Sampai Fajar Menyambut: Sebuah Antologi Puisi
Rp 66.000
JUDUL: Sampai Fajar Menyambut: Sebuah Antologi Puisi
PENULIS: Ummu Hanifah Putriani, dkk.
UKURAN BUKU: 14x20 cm
KETEBALAN: 128 halaman
HARGA: Rp66.000
Dalam buku ini Ummu dan teman-temannya ingin berbagi cerita lewat puisi sederhana yang mereka rangkai dengan hati. Semua puisi yang tertulis merupakan curahan perasaan atas warna-warni kehidupan yang mereka alami di dunia. Ada bahagia, sedih, harapan, kegelisahan, kerinduan, juga berbagai perenungan yang mungkin terasa dekat dengan kehidupan pembaca.
Puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah. Menulis dan membaca puisi dapat menjadi cara untuk mengenali, mengungkapkan, dan mengolah emosi. Ketika perasaan sulit dijelaskan dengan bahasa sehari-hari, puisi memberi ruang bagi hati untuk berbicara dengan caranya sendiri. Kata-kata yang sederhana dapat menjadi tempat untuk menumpahkan rasa, merawat kenangan, menemukan makna, sekaligus membuat kita merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai pengalaman hidup.
Karena itu, puisi juga dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai sarana refleksi dan jeda di tengah kesibukan. Membaca beberapa bait puisi dapat mengajak kita berhenti sejenak, melihat kembali apa yang sedang kita rasakan, dan menemukan sudut pandang baru terhadap sebuah peristiwa. Semoga kumpulan puisi dalam buku ini tidak hanya menjadi cerita Ummu dan teman-temannya, tetapi juga menemukan resonansinya dalam hati pembaca, menemani perjalanan mereka melewati gelap, hingga akhirnya sampai pada fajar yang menyambut.
Selamat membaca karya sederhana dari kami.
PENULIS: Ummu Hanifah Putriani, dkk.
UKURAN BUKU: 14x20 cm
KETEBALAN: 128 halaman
HARGA: Rp66.000
Dalam buku ini Ummu dan teman-temannya ingin berbagi cerita lewat puisi sederhana yang mereka rangkai dengan hati. Semua puisi yang tertulis merupakan curahan perasaan atas warna-warni kehidupan yang mereka alami di dunia. Ada bahagia, sedih, harapan, kegelisahan, kerinduan, juga berbagai perenungan yang mungkin terasa dekat dengan kehidupan pembaca.
Puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah. Menulis dan membaca puisi dapat menjadi cara untuk mengenali, mengungkapkan, dan mengolah emosi. Ketika perasaan sulit dijelaskan dengan bahasa sehari-hari, puisi memberi ruang bagi hati untuk berbicara dengan caranya sendiri. Kata-kata yang sederhana dapat menjadi tempat untuk menumpahkan rasa, merawat kenangan, menemukan makna, sekaligus membuat kita merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai pengalaman hidup.
Karena itu, puisi juga dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai sarana refleksi dan jeda di tengah kesibukan. Membaca beberapa bait puisi dapat mengajak kita berhenti sejenak, melihat kembali apa yang sedang kita rasakan, dan menemukan sudut pandang baru terhadap sebuah peristiwa. Semoga kumpulan puisi dalam buku ini tidak hanya menjadi cerita Ummu dan teman-temannya, tetapi juga menemukan resonansinya dalam hati pembaca, menemani perjalanan mereka melewati gelap, hingga akhirnya sampai pada fajar yang menyambut.
Selamat membaca karya sederhana dari kami.


Posting Komentar